Sunday, 9 December 2018

Abses Otak

Abses otak ialah infeksi bakteri yang menyebabkan penimbunan nanah di dalam otak, serta pembengkakan pada organ tersebut. Kondisi ini biasa terjadi sesudah bakteri atau jamur masuk ke jaringan otak dampak cedera kepala atau infeksi pada jaringan lain.

abses benak - Ortusehat

Meski jarang terjadi, abses otak ialah penyakit infeksi yang bisa membahayakan nyawa dan mesti ditangani secepatnya. Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi risiko ini lazimnya meningkat pada orang dengan riwayat penyakit seperti:

  • HIV/AIDS, kanker, serta penyakit kronis.
  • Infeksi pada telinga unsur tengah (otitis media).
  • Sinusitis
  • Penyakit jantung bawaan (PJB), laksana tetralogy of fallot (ToF).
  • Meningitis.

Di samping itu, risiko abses benak juga lumayan tinggi pada seseorang yang merasakan cedera kepala berat atau patah tulang tengkorak, pernah mengerjakan transplantasi organ, sedang memakai obat-obatan imunosupresif, atau sedang menjalani kemoterapi.

Penyebab Abses Otak

Penyebab utama abses otak ialah adanya infeksi bakteri atau jamur yang masuk ke dalam jaringan otak, disebabkan sistem daya tahan tubuh tidak bisa melawannya. Sebenarnya tubuh telah dilengkapi dengan sistem imun yang bermanfaat untuk mengawal organ penting. Namun dalam permasalahan tertentu, kuman bisa masuk melewati pembuluh darah dan menyerang otak. Infeksi yang masuk ke dalam benak akan terkumpul di jaringan benak dan menyusun gumpalan nanah.

Beberapa penyakit tertentu yang dapat mengakibatkan abses otak, merupakan:


  • Penyakit jantung sianotik. Salah satu jenis penyakit jantung bawaan yang menyebabkan jantung tidak dapat mengalirkan oksigen ke semua tubuh dan merangsang terjadinya infeksi.
  • Pulmonary arteriovenous fistula. Kelainan yang terjadi pada pembuluh darah paru, menyebabkan bakteri masuk ke dalam darah dan mengalir mengarah ke otak.
  • Abses gigi.
  • Infeksi. Kondisi ini mencakup infeksi paru (misalnya pneumonia), infeksi jantung (misalnya endokarditis), infeksi di rongga perut (misalnya peritonitis), infeksi panggul (misalnya cystitis), dan infeksi kulit.

Gejala Abses Otak

Gejala abses otak seringkali dirasakan dalam hitungan minggu sesudah infeksi, atau terkadang secara langsung. Berikut ialah serangkaian fenomena yang bisa terjadi:

  • Pusing hebat.
  • Mual dan muntah.
  • Demam tinggi (di atas 38 C).
  • Menggigil.
  • Perubahan perilaku, laksana merasa gelisah atau linglung.
  • Leher terasa kaku.
  • Kejang-kejang.
  • Penurunan keterampilan merasakan sensasi, menggerakkan otot, atau berbicara.
  • Gangguan penglihatan, laksana penglihatan ganda, kabur, atau buram.
  • Sensitif terhadap cahaya.

Adapun sejumlah gejala yang bisa terlihat andai bayi atau anak Anda merasakan abses otak, di antaranya:

  • Muntah.
  • Menangis dengan nada tinggi.
  • Otot tubuh tampak kaku.
  • Segera temui dokter bila fenomena terus dirasakan, khususnya untuk yang merasakan kejang mendadak, teknik bicara mulai tidak jelas, otot melemah, atau lumpuh.


Diagnosis Abses Otak

Pada tahap mula diagnosis, dokter akan mengerjakan pemeriksaan jasmani sambil menganalisa fenomena dan riwayat medis pasien. Pemeriksaan lanjutan pun akan dilaksanakan untuk menguatkan hasil diagnosis, di antaranya:


  • Pemeriksaan neurologi, yang mencakup pergerakan otot, sistem saraf, dan sensorik.
  • Tes darah, guna memeriksa andai ada infeksi tertentu.
  • Pemindaian, guna melihat tempat peradangan atau pembengkakan. Pemindaian meliputi potret Rontgen, CT scan, EEG, atau MRI.
  • Pungsi lumbar. Pengambilan sampel cairan serebrospinal dari celah tulang belakang guna memeriksa andai ada bakteri tertentu. Tindakan ini tidak dapat dilaksanakan jika penderita merasakan pembengkakan benak yang lumayan parah, sebab dapat menciptakan tekanan di benak memburuk.

Jika hasil tes lanjutan tidak bisa mengidentifikasi penyebab dan sumber infeksi, dokter barangkali akan menganjurkan untuk dilakukannya biopsi.

Pengobatan Abses Otak

Abses otak ialah kondisi terpaksa dan butuh ditangani dengan segera. Pengobatan seringkali dilakukan di lokasi tinggal sakit dengan pemberian obat antibiotik atau obat antijamur hingga pasien menginjak tahap stabil. Terkadang, obat kelompok diuretik pun dapat diresepkan. Namun, andai kondisi pasien lumayan buruk, dokter dapat menganjurkan tindakan operasi.

Berikut ini ialah kriteria abses benak yang ditangani dengan obat-obatan:

  • Abses berukuran lebih kecil dari 2 cm.
  • Abses berada di sejumlah titik.
  • Abses terletak di bagian benak paling dalam.
  • Pasien merasakan meningitis.
  • Terjadi hidrosefalus.
  • Toksoplasmosis pada penderita HIV atau AIDS.

Jika pasien mempunyai abses berukuran di atas 2cm, berisiko pecah di dalam benak atau mempunyai unsur gas di dalamnya, dokter biasa akan menganjurkan untuk mengusungnya melewati tindakan operasi. Terdapat 2 jenis perbuatan yang biasa digunakan, yakni simple aspiration dan craniotomy.

Simple aspiration dilaksanakan dengan mengebor lubang kecil (atau biasa dinamakan burr hole) pada tengkorak supaya nanah bisa dikeluarkan. Tindakan ini biasa dilaksanakan dengan pertolongan alat CT scan guna meyakinkan titik abses tersebut. Operasi ini ingin memerlukan masa-masa yang singkat, yakni sekitar 1 jam.

Jika obat-obatan atau perbuatan simple aspiration tidak membantu, perbuatan craniotomy bakal dilakukan. Dalam perbuatan ini, dokter akan mencukur sebagian kecil rambut di kulit kepala dan mengusung beberapa kecil tulang tengkorak (flap) guna membuka akses ke otak. Lalu, abses akan diusung sepenuhnya sesudah nanah dimurnikan dan flap tulang akan dibalikkan ke posisi semula ketika tindakan selesai. CT scan juga dipakai untuk menolong dokter merelokasikan titik abses. Operasi ini akan membutuhkan waktu yang lebih lama, yakni sekitar 3 jam. Setelah perbuatan operasi ini, pasien perlu istirahat sarat selama 6-12 minggu.

Beberapa komplikasi, meski jarang, bisa terjadi sesudah operasi craniotomy, laksana pembengkakan atau memar di wajah, pusing sekitar berbulan-bulan, pembekuan darah di otak, rahang terasa kaku, atau menikmati pergeseran flap tulang. Kontrol teratur sangat dibutuhkan untuk menurunkan risiko komplikasi tersebut.

Disarankan guna menghindari kegiatan yang dinilai berbahaya untuk tulang tengkorak sesudah tindakan operasi dilakukan, laksana bermain sepakbola atau tinju. Penderita pun tidak diizinkan mengemudikan kendaraan sampai dokter mengijinkan, guna mengantisipasi terjadinya kejang mendadak.

Komplikasi Abses Otak

Jika tidak ditangani dengan tepat, komplikasi abses benak berikut bisa terjadi:

  • Abses yang kambuh kembali.
  • Kerusakan benak sedang sampai parah.
  • Epilepsi atau kejang-kejang.
  • Meningitis, terutama pada anak-anak.
  • Otitis media (infeksi telinga unsur tengah).
  • Sinusitis (infeksi sinus).
  • Mastoiditis (infeksi tulang di belakang telinga).

Pencegahan Abses Otak


Mengingat abses benak seringkali dirangsang oleh penyakit tertentu, dianjurkan untuk mengerjakan pemeriksaan secara rutin supaya kondisi ini dapat ditangkal sedini mungkin.

Bagi yang menderita kelainan jantung, dokter seringkali akan menyerahkan serangkaian antibiotik sebelum mengerjakan perawatan gigi atau perbuatan lainnya untuk menangkal risiko infeksi menyebar ke otak. Disarankan untuk tidak jarang kali memberi tahu dokter sebelum mengerjakan tindakan medis apa pun sekitar menjalani penyembuhan abses otak.